Behind Your Eyes

Balinese Myth : The Prohibition of Passing Jayaprana’s Grave for Bridal Couple



Balinese Myth: The Prohibition of Passing Jayaprana’s Grave for Bridal Couple 



Almost everyone knows the popular story from William Shakespeare entitled Romeo and Juliet, which was known as true love story with its tragic ending. In Bali, we also have a similar legend about a tragic true love which is also believed to be truly happened some centuries ago. It is a Balinese folklore entitled Jayaprana and Layonsari. 

Teluk Terima, which means ‘The Bay of Acceptance’, is the place where the grave is located and has been visited by many people. The gravesite has been used as a public temple for the last 20 years; with the main grave are the Jayaprana and Layonsari, and a temple dedicated to Patih Sawung Galing on the outside. 

While visiting the grave, you can remember the loyalty of Layonsari who was willing to die together with her husband, Jayaprana. But there is also a myth that has developed until now, the bridal couple are not allowed to pass along the road in front of the grave of Jayaprana or if you have to pass the same place, the couple should be in different cars. If this belief is violated, it will cause an accident or inharmonious relationship for the couple. According to local beliefs, this is done so that they do not feel jealous since Jayaprana and Layonsari were not united in the world like the couple who pass this area. 



Steps to reach Jayaprana’s courtyard


I Wayan Ambarayana
13 June 2016






READMORE
 

Misteri Batu Berjalan di 'Death valley' : Terpecahkan

"everything will remain still if there is no force that work on it"
hukum newton tentang gerak ini tampaknya tidak berlaku bagi batu-batu yang ada di Playa, Death Valley National park California. karena nampaknya batu-batu tersebut bergerak dengan sendirinya.



Racetrack Playa , sebutan untuk tempat batu-batu bergerak ini, sebelumnya merupakan danau yang airnya kemudian mengering dan meninggalkan sebuah dataran kering yang permukannya pecah-pecah seperti sebuah mozaik. . Letaknya 3.708 diatas permukaan laut, panjangnya 2,8 mil dan lebarnya 1,3 mil. Tampat ini memiliki posisi hampir sama tinggi dari ujung utara ke ujung selatan. Ujung utara hanya lebih tinggi 5 cm dari ujung selatan. anehnya batu batu disana 'meluncur' dalam berbagai arah, dan lintasnnya pun terkadang berbelok dan bahkan berbalik arah. meskipun tidak ada dokumentasi berupa video, batu ini bergerak dibuktikan dengan lintasan yang terdapat di belakngnya.

Misteri bergeraknya batu-batu ini sesungguhnya telah terjadi ratusan tahun yang lalu, namun penelitian yang serius baru mulai dilakukan pada tahun 1948 yang dipimpin oleh Dr brian jackson dari Bosie State University. selama bertahun tahun para peneliti dibuat kebingungan karena mereka tidak dapat mendokumentasikan batu-batu tersebut bergerak.

Banyak teori bermunculan mengenai penyebab bergeraknya batu batu tersebut, ada yang mengatakan hujan dan badai yang menyebebkannya bergerak, dan teori lain yang mengatakan batu tersebut bergerak karena tiupan angin. kedua teori ini terbantahkan karena di Racetrack Playa angin hanya bergerak dengan kecepatan sebesar 3-5 m/s, tidak mungkin menggerakkan batu- batu yang beratnya mencapai 300kg

Penelitian tentang bergeraknya batu-batu di playa ini baru menemukan titik terang pada tahun 2014 ketika para ilmuan memergoki batu batu ini bergerak. ketika itu Dr Richard Norris dari Scripps Institution of Oceanography. merekam sebuah batu (ditunjukan oleh anak panah merah) bergerak terhadap batu batu lain (ditunjukan panah biru)selama total 18 detik, dengan lapisan es di sekitarnya

(note : tadi saya mengatakan bahwa danaunya kering, tetapi sesungguhnya ketika hujan, air mengalir dari gunung-gunung disekitarnya dan mengisi danau samapai kedalaman beberapa cm, air ini akan menguap lagi dalam beberapa waktu )

para peneliti kemudian menempatkan gps di dalam batu tersebut dan menemukan bahwa terdapat selapis tipis es yang berada di bawah sela-sela batu dengan daratan, lapisan es yang kemudian pecah dan membuat batu menjadi 'terdorong' dan seolah- olah bergerak dengan sendirinya.

ternyata penjelasannya cukup sederhana, namun telah berhasil membuat ilmuan bingung selama bertahun-tahun. saya sendiri punya teori lain mengenai hal ini. hmm













READMORE
 

Siswa Jepang menetaskan telur tanpa cangkang?

Sebuah video yang berisi sekelompok siswa jepang menetaskan telur menjadi viral di internet baru baru ini. di video tersebut memperlihatkan siswa di jepang yang memecahkan sebutir telur,
kemudian menempatkan isinya di dalam kantong plastik dan menempatkannya di inkubator. ajaibnya 'telur' tersebut masih dapat berubah menjadi ayam. video ini telah ditonton sebanyak 50 juta orang di facebook, diikuti dengan kemunculan video yang sama di youtube dan situs situs lain.

READMORE
 

HITORI KAKURENBO : Pengrtian dan Pengalaman "pemain"

WARNING!!!!!

tulisan ini dapat menimbulkan sugesti negatif

tulisan berikut hanya diperuntukan untuk kepentingan pengetahuan!
segala hal yang akan dijelaskan dilarang keras untuk dipraktekkan dengan alasan apapun!




Hitori Kakurenbo (translate : Petak Umpet Sendirian)

Hitori kakurenbo adalah sebuah permainan dari jepang layaknya petak umpet pada umumnya. namun permainan ini hanya dimainkan satu orang dan sebuah boneka. hitori kakurenbo sesungguhnya adalah sebuah ritual dari jepang dimana ritual ini digunakan untuk berkomunikasi dengan roh. beberapa sumber mengatakan jika pemain kalah dalam permainan ini maka jasadnya akan diambil alih oleh roh yang ikut bermain di dalamnya.



READMORE
 

Subliminal Message : Pesan Untuk Pikiran Bawah Sadar

Kita berada pada era di mana perang tidak lagi dimulai dengan beradu senjata kovensional. melainkan dilakukan secara non militer dengan biaya yang sangat murah. Bagaimana ?
Dengan "cuci otak". cuci otak yang saya maksudkan adalah dengan mengubah pradigma masyarakat terhadap nilai-nilai moral yang selama ini dianut, yang mengakibatkan muncul kepribadian bangsa yang berorientasi pada paham baru yang diinginkan. Akibatnya?
Pembelokan jati diri bangsa.

READMORE
 
diooda